Fakta Baru Pembunuhan Keluarga Dalang Anom Subekti Rembang

Fakta Baru Pembunuhan Keluarga Dalang Anom Subekti Rembang – Polisi menetapkan Sumani (laki-laki, 43 tahun) sebagai tersangka pembunuhan Dalang Anom Subekti (63) dan istrinya Tri Purwati (53), anak tirinya AS (perempuan, 12 tahun) dan cucunya GLK (perempuan, 10 tahun). tahun).

Fakta Baru Pembunuhan Keluarga Dalang Anom Subekti Rembang

Sumber : newsmaker.tribunnews.com

maxwellsnj – Sumani merupakan warga Desa Pragu RT 2 RW 2 di Kabupaten Rembang Kecamatan Sulang.
Empat korban tewas di kediaman Anom Subekti di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kabupaten Rembang.

Berikut ini adalah Fakta Baru Pembunuhan Keluarga Dalang Anom Subekti Rembang yang di kutip oleh tribunnews.com :

1. Polisi Menetapkan Sumani sebagai Tersangka Tunggal

Sumber : tribunnews.com

Kepala Inspektur Polda Jateng Pol Ahmed Rusfi mengatakan Sumani belum diperiksa sejak ditetapkan sebagai tersangka pidana karena dirawat di RS Lembang.

Namun berdasarkan identifikasi ilmiah, ia berhasil menetapkan Sumani sebagai satu-satunya tersangka.

“Mulai 8 Februari, setelah pengadilan mendengar kasus tersebut, kami telah dapat menentukan satu-satunya tersangka pembunuhan yang disengaja dan pencurian alat berat badan.

Hal ini kami lakukan karena sesuai dengan Undang-Undang Hukum Acara Pidana No. 184 tidak diperlukan keterangan dari tersangka pidana, karena hasil penilaian ilmiah telah membuktikan bahwa Sumani adalah tersangka pidana.

Baca juga : Fakta di Balik Penganiayaan Balita oleh Pacar Ibunya Di Makasar

2. Mencoba Bunuh Diri

Sumber : jogja.tribunnews.com

Kapolres Jawa Tengah menjelaskan, polisi menemukan dari ponsel Sumani bahwa setelah pembunuhan, tepatnya pada Kamis (4/2/2021) WIB 01.20, ia menggeledah internet dan menemukan informasi tentang sidik jari.

Beberapa jam yang lalu, istrinya menelepon, tetapi dia tidak menjawab.

Lalu keesokan harinya, 5 Februari, Sumani mungkin merasa akan ditangkap.

“Jadi dia mencoba bunuh diri dengan meminum pestisida.

Inspektur rumah sakit Ahmad Luthfi mengatakan bahwa keterangan medis dokter tersebut menjelaskan bahwa pestisida mengendap pada ginjalnya.

Dia mengatakan, karena pelaku masih menjalani perawatan di RS Lembang, motif pembunuhannya tidak jelas.

“Motifnya muncul saat tersangka sedang diperiksa tapi belum diperiksa.

Namun pada interogasi awal, terdapat kata-kata Sumani di BAP, “Sing wis yo wis (lulus)”.

Karena itu, sebagian orang menduga ada yang punya motif balas dendam.

Ahmad Luthfi (Ahmad Luthfi) mengatakan, menurut keterangan saksi mata, sebelumnya tersangka pernah melakukan penawaran gamelan (transaksi tawar menawar) kepada Anom Subekti.

3. Sumani Membunuh Pada Malam Hari

Sumber : m.tribunnews.com

Dipastikan Sumani membunuh pada Rabu (3/2/2021) pukul 11.00 hingga 00.00 WIB saat korban sedang tidur.

Namun, pada pukul 3:00 sore, dia datang berkunjung. Menurut keterangan saksi, dia datang untuk membeli gamelan.

Kepala Humas Polda Jawa Tengah Cobspol Iskanda Fetriana Sudisna mengatakan: “Setelah beberapa lama, dua saksi lagi datang untuk membayar pembayaran Gamelan.”

Pukul 20.40 malam itu, Sumani kembali mengendarai motor Vega ZR hitam biru ke rumah Anom Subekti.

Televisi sirkuit tertutup di kios LPG merekam perjalanan Sumani ke rumah Arnoma Subekti.

Ia menjelaskan: “Sepeda motor, helm dan jaket yang digunakan pelaku sama dengan rekaman CCTV dan keterangan saksi.”

4. Sumani Mengambil Uang dan Perhiasan Milik Para Korban

Sumber : news.detik.com

Kepala Inspektur Polda Jateng Pul Ahmad Luthfi (Pul Ahmad Luthfi) mengatakan, setelah pembunuhan itu, Sumani membawa pulang perhiasan emas milik korban, termasuk cincin, anting, jarum, dan gelang.

Selain itu, ia juga membawa uang tunai Rp 13,1 juta.

Sebelum mencoba bunuh diri, diketahui bahwa ia telah mentransfer 8 juta rupiah ke rekening atas nama Ratna Sari Dewi.

Ahmad Luthfi (Ahmad Luthfi) mengatakan: “Tentang pengalihan ini, kami masih menyelidiki karena terkait dengan kerahasiaan bank.”

5. Polisi Menemukan Sidik Jari Pelaku dan Bercak Darah Korban

Sumber : rakyatjateng.fajar.co.id

Saat Sumani berkunjung pada sore hari, polisi menemukan sidik jari di kaca yang disediakan Anom Subekti.

Hasil laboratorium forensik menunjukkan sidik jarinya sama dengan sidik jari Sumani.

Belakangan, di rumah Sumani, polisi juga menemukan sabit untuk dibunuh.

Dari hasil laboratorium diketahui Sumani dibunuh dengan senjata tajam.

Dari penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan sabit berlumuran darah korban, istrinya Saudari Purwati.

Pada saat yang sama, kami tidak menemukan benda tumpul, ”kata Kapolsek Ahmad Luthfi.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan darah korban di stang sepeda motor Sumani dan di perhiasan yang diambil dari korban.

“Perhiasan yang ditemukan di rumah tersangka antara lain gelang, cincin, dan anting-anting. Di anting-anting itu terdapat darah putrinya. Cincin itu ada darah ibunya,” katanya.

6. Korban dan Pelaku Saling Mengenal

Sumber : palopopos.co.id

Kapolsek Jawa Tengah mengatakan almarhum Anom Subekti mengenal Sumani.

Hubungan antara korban dan pelaku adalah teman atau kolega.

Dia berkata: “Kami masih mengeksplorasi sisanya.

Danang Dwi Irawan, putra Anom Subekti, juga mengaku mengenal Sumani.

“Aku kenal dia. Tapi tidak terlalu familiar.

Saya tidak berpikir sama sekali (Sumani melakukannya). Saya berharap dia akan dihukum seberat mungkin, “kata Da Nang.

Baca juga : Fakta Ibu Kandung Bunuh Balita di Bandarlampung

7. Dijerat Pasal Berlapis dan Diancam Hukuman Mati

Sumber : berita.news

Kapolda Jateng menegaskan, Sumani bisa terancam hukuman mati atau seumur hidup.

Dia bertanggung jawab atas artikel berlapis berikut ini.

Pasal 340 dari Hukum Pidana mengatur hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hingga 20 tahun penjara.

Pasal 338 KUHP menetapkan bahwa hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pasal 365 (3) KUHP dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Pasal 80 (3) terkait dengan Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Republik Indonesia, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Republik Indonesia, tentang Perlindungan anak di bawah umur, dihukum dengan pidana penjara 15 tahun atau denda paling banyak 3 Miliar rupiah.