10 Penyebab Kecelakaan Pesawat yang Paling Sering Terjadi

10 Penyebab Kecelakaan Pesawat yang Paling Sering Terjadi – Setelah pesawat Sriwijaya SJ 182 jatuh pada 9 Januari 2021, Indonesia merasa sedih pada awal 2021. Insiden ini membangkitkan simpati dunia.

10 Penyebab Kecelakaan Pesawat yang Paling Sering Terjadi

Sumber : idntimes.com

maxwellsnj – Media asing pun menekankan keselamatan penerbangan Indonesia.

Menurut data Aviation Safety, rekor penerbangan Indonesia merupakan salah satu negara terparah di Asia. Namun, dikatakan industri penerbangan Indonesia juga mengalami peningkatan.

Berikut laporan pada Selasa (12/1/2021) menurut idntimes.com dan berbagai sumber yang menyebutkan Penyebab kecelakaan pesawat yang paling umum:

1. Kehilangan kontrol inflight

Sumber : idntimes.com

Juga disebut Loss of Control Flight (LOC-I). Ini adalah situasi yang mencegah pilot menggunakan keterampilan pilot tradisional untuk mengendalikan pesawat. Jalur penerbangan pesawat harus menyimpang sepenuhnya dari pesawat.

Istilah teknisnya adalah bahwa pesawat dalam keadaan “engkol” karena satu atau lebih dari tiga kondisi berikut:

Hidung dimiringkan ke atas lebih dari 25 derajat, atau hidung dimiringkan ke bawah lebih dari 10 derajat;
Sudut tubuh lebih besar dari 45 derajat;
Kecepatan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak cocok untuk terbang di ketinggian.

Baca juga : Fakta Wanita Penjual Sayur Tewas di Kebun Sagu

2. Penerbangan terkendali menuju medan tak terduga

Sumber : ichi.pro

Penerbangan terkendali terjadi ketika pesawat tanpa kerusakan fisik, di bawah kendali awak, secara tidak sengaja terbang ke medan, rintangan atau perairan di jalur penerbangan yang belum pernah mereka lihat / tidak sadari sebelum acara Enter the terrain (CFIT).

Bahkan jika mereka akhirnya dapat melihat rintangan tersebut, sulit untuk bereaksi secara tiba-tiba saat mengemudi dengan kecepatan tinggi.

3. Kegagalan sistem komponen – powerplant

Sumber : airframeandpowerplant.blogspot.com

Pembangkit listrik pesawat terbang adalah mesinnya. Oleh karena itu, kategori ini berkaitan dengan kegagalan mesin yang terkait dengan operasi mekanis pembangkit listrik.

Meskipun kita cenderung berpikir bahwa ini berbicara tentang mesin jet, mesin yang digerakkan baling-baling juga merupakan generator.

4. Masalah yang terkait dengan bahan bakar

Sumber : id.quora.com

Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjaga pesawat terbang dengan kecepatan yang dapat disesuaikan merupakan pertimbangan penting.

Namun, perhitungan tersebut harus memperhitungkan kemungkinan ditemui angin kencang dari depan dan faktor x yang dapat menyebabkan pesawat kehabisan bahan bakar sebelum mendarat. Kategori ini juga termasuk masalah pembakaran bahan bakar.

5. Tidak diketahui atau tidak dapat ditentukan

Sumber : airsideportal.wordpress.com

Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjaga pesawat terbang dengan kecepatan yang dapat disesuaikan merupakan pertimbangan penting.

Namun, perhitungan tersebut harus memperhitungkan kemungkinan ditemui angin kencang dari depan dan faktor x yang dapat menyebabkan pesawat kehabisan bahan bakar sebelum mendarat. Kategori ini juga termasuk masalah pembakaran bahan bakar.

6. Kegagalan komponen sistem – non-powerplant

Sumber : ilmuterbang.com

Pesawat komersial adalah kombinasi yang sangat kompleks antara sistem komputer dan komponen elektronik. Pilot mengandalkan teknologi seperti radar untuk menerbangkan pesawat.

Ketika sistem (kecuali mesin) gagal, FAA / Basarnas akan menggunakan kategori ini untuk menentukan penyebab kecelakaan.

7. Penerbangan yang tidak diinginkan dalam IMC

Sumber : idntimes.com

Untuk kategori ini, kita perlu mempelajari beberapa istilah penerbangan. IMC adalah singkatan dari Instrument Meteorological Condition.

Untuk memahami IMC, Anda perlu memahami bahwa ada dua jenis “aturan” penerbangan: penerbangan dengan instrumen (IFR) dan penerbangan dengan adegan (VFR).

Oleh karena itu, ketika pesawat terbang menembus awan dan tidak melihat apapun dalam cuaca buruk, setiap kecelakaan yang terjadi termasuk dalam kategori ini.

8. Tabrakan di tengah udara

Sumber : solopos.com

Nama kategori ini berbicara sendiri. Meskipun ada beberapa film dan acara TV hebat yang menggunakan tabrakan udara sebagai bagian dari plot, ini jarang terjadi.

Akibat reaksi yang tidak terduga, hampir tabrakan juga bisa menjadi penyebab kecelakaan.

9. Operasi khusus dalam ketinggian rendah

Sumber : economy.okezone.com

Kata kunci dalam kategori yang menyebabkan kecelakaan itu adalah “pembedahan”. Contoh kecelakaan operasi ketinggian rendah adalah pesawat yang membuang bahan kimia seperti pestisida (digunakan di ladang) atau pesawat yang memercikkan air ke dalam api.

Pilot tidak akan melakukan operasi ketinggian rendah pada pesawat komersial.

Baca juga : 8 Fakta Terbaru Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

10. Penyebab lain-lain

Sumber : bbc.com

Semua personel yang tidak memenuhi 9 kelompok kriteria di atas termasuk dalam kategori ini. Misal, jika terjadi kesalahan pada menara pengatur lalu lintas udara, itu bukan kesalahan pesawat atau pilotnya, tapi hal lain. Ini termasuk salah satunya ketika hewan (seperti burung atau benda lain) memasuki udara dengan baling-baling / mesin dan meledak.

Mungkin juga terjadi ledakan di kabin karena aktivitas penumpang. Ini adalah 10 penyebab kecelakaan pesawat yang paling umum, dan FAA menggunakannya untuk mengklasifikasikan penyebab kecelakaan.

Teknologi ini diharapkan semakin kompleks, sehingga semua risiko tersebut di atas dapat ditekan menjadi nol. Saya berharap perjalanan udara di masa depan akan lebih aman.